KAJIAN PEKANAN MASJID AL ITTIHAD PERMATA CIMANGGIS
Terbit 4 October 2020 | Oleh : Dicky | Kategori : Uncategorized
Ahad 4 Oktober 2020, Ba’da Subuh
Fiqih Muamalah – Hukum Titip Menitip Oleh Fajri Hidayat, Lc.
A. Hukum asal titip adalah diperbolehkan. Tentang titip menitip dpt dilihat dalam (QS. Al Kahfi:19), mewakilkan kepada temannya untuk beli makanan ke pasar.
B. Kaidah fiqih bahwa asal segala sesuatu adalah boleh (halal), kecuali mengandung: riba, gharar, dan dholim maka menjadi haram.
C. Cth transakai titip:
- Titip uang utk dibelikan sesuatu yg kita inginkan.
- Titip uang utk beli sesuatu yg kemudian diberikan lagi utk orang lain.
- Titip barang utk dijual di tempat lain.
Semua ini dalam syariat diperbolehkan, namun dalam perkembangnnya: - Ada fee. Hukum asal tidak boleh. Seorang wakil tidak boleh mengambil fee dalam akad wakil. Kecuali dg seijin org yg mewakilkan.
- Titip untuk beli barang, menggunakan uang yg dititipkan terlebih dulu. Ini akad talang (hutang-piutang). Hukum asal boleh. Namun, tidak boleh ada fee. Dalam akan hutang-piutang tidak boleh ada penambahan, krn akan termasuk riba. Pastikan dlm akad talang, tidak ada penambahan (riba).
Solusi:
Ubah akad talang –> akad jaul beli. Katakan kepada yg menitip, bhw kita akan beli barangnya, nanti kita jual (boleh ada penambahan/ambil untung). Namun ketika org tersebut tidak menginginkan barang yg sdh kita beli, maka sebaiknya kita tidak perlu kecewa, krn akadnya jual beli. - Titip uang utk dibelikan barang, tapi uangnya kurang. Wakil boleh menalangi dulu. Lantas bagaimana kalau ada fee, ada penambahan biaya jasa, seperti gofood?
Dibolehkan, krn asalnya akad piutang (titip beli, uangnya ditalangi), dan akad jual beli (jasa). InsyaAllah transaksi ini boleh. Walaupun ada beda pendapat dikalangan ulama.
Tidak boleh, atas dasar hadits Rasullolah SAW bersabda haram menggabungkan dua akad, yaitu piutang dan jual beli.
Penjelasan:
Ketika piutang sebagai dasar, cth: ketika seseorang pinjam uang ke kita, lalu kita katakan krn antum pinjam uang, jual barang antum ke ana dg harga miring. Ini yg dimaksud menggabungkan dua akad yg tidak boleh. - Jasa titip atau jastip. Jika akad talang, tidak boleh ada fee. Jika akad jual beli, maka boleh ada fee.
D. Tanya-jawab
- Bagaimana dg pinjaman di bank syariah, gabungan bbrapa akad?
Syariah msh terkait dg aturan OJK dan bank konvensional. Ada upaya MUI dg membentuk dewan syariah nasional sebagai pengawas transaksi syariah. Ketika ada bunga, maka tidak boleh. Pastikan akadnya alwaliyah tanpa bunga. Namun, ambil maslahatnya. Kita tetap mendukung perbankan syariah sambil terus memperbaiki. - Akad talang, kalau ada ijin utk ambil fee, apakah boleh?
Tidak boleh. Krn akad talang adalah akad hutang-piutang, tidak boleh ada fee. Akan menjadi riba. - Uang jaminan apakah boleh?
Boleh. Utk menjaga kualitas barang. Cth, ponpes yg gratis, tetap minta uang jaminan agar santri lebih baik belajar dan santri tidak pergi. - Bisnis downline, apa hukumnya?
Jika mengandung money game, multilevel ini tidak berarti haram. Hrs dipastikan apakah ada uang pendaftaran yg dg uang tab kemudian diputar lagi maka ini tidak boleh. Namun, hukum akad alwakalah mensyaratkan hanya satu wakil, wakil tidak boleh mewakilkan kpd orang lain lagi. Kecuali dg seijin yg mewakilkan boleh, dan fee-nya juga boleh. - Tergantung akad, maksudnya niat diawal?
Iya. Dalam ilmu muamalah, akad itu dinilai dari maksud dan tujuan transaksi, bukan yg di lafadzkan, dalam hati kita ada niat, maka sudah jadi akad.
Mohon maaf jika ada kekurangan. Mohon masukan.
Recent Comments