SEKILAS INFO
  • 7 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 13 Aug 2025 Rp 6,487,193.11, Saldo Kas Zakat Rp 27,295,424.91, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,815,024Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank Syariah...
  • 7 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 30 July 2025 Rp 11,269,140.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
  • 7 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 23 July 2025 Rp 16,722,840.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
WAKTU :

KAJIAN HADIST ARBAIN AN NAWAWI #19 MASJID AL ITTIHAD PERMATA CIMANGGIS

Terbit 19 January 2021 | Oleh : Dicky | Kategori : Uncategorized

Ahad, 17/01/2021 Ba’da Subuh

Topic: Menjaga hak Allah dan Memahami Takdir

MUKADIMAH

  1. Nikmat yang Allah berikan kepada kita berupa kesehatan. Maka perbanyak lisan kita mengucapkan “segala puji hanya milik Allah, yang dengan kenikmatanNYa kita bisa melaksanakan dan menyempurnakan amal soleh”.
  2. Hadits ke-19 merupakan wasiat Nabi kepada sahabat yang mulia, yaitu Ibnu Abdullah bin Abbas (sepupu Nabi), dan masih berusia muda, berilmu luas (ahli bidang ilmu tafsir).
  3. Doa Nabi untuk Ibnu Abbas, “ya Allah ajarkan kepadanya ilmu agama dan berikan ia pemahaman terhadap takwil (ilmu tafsir).

INTI KAJIAN

  1. Hadits #19, Ibnu Abbas bercerita, pada suatu hari saya pernah dibonceng oleh Nabi SAW, dan bersabda,”wahai anak muda, sesungguh aku akan mengajarkan/mewasiatkan kepadamu (dan kepada kita semua) beberapa kalimat.
    a. Pertama, jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu (penjagaan yang paling sempurna – karena Allah maha luas dan tidak pernah lengah). Bagaimana memperolehnya? Yaitu menjaga Allah dengan menjalankan semua perintah (dalam perkara wajib: sholat, shaum Ramadhan, dsb) (dalam hal perkara sunnah: perbanyak amalan-amalan sunnah), dan menjauhi laranganNya.
    b. Kedua, jagalah Allah niscaya Allah akan berada di depanmu, senantiasa membersamai kita.
    c. Ketiga, kalau meminta tolong, maka mintalah kepada Allah saja (memperbanyak do’a).
  2. Penjelasan Nabi atas nasehat/wasiat diatas adalah ketahuilah seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan kebaikan atau manfaat kepadamu, maka ia tidak akan bisa, kecuali segala sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadanya. Sebaliknya, seandainya manusia berkumpul untuk memberikan keburukan kepadamu, kecuali memang keburukan itu telah Allah tetapkan kepadanya (jangan pernah mencari pandangan manusia). Telah diangkat pena (takdir), mengering lembaran-lembaran, maka tidak akan berubah.
  3. Do’a Nabi, “wahai dzat yang maha hidup, perbaikilah segala urusanku, jangan Engkau menyerahkan urusanku kepada diriku sendiri’.
  4. Tindakan Nabi (membonceng anak kecil) menunjukkan bahwa Nabi sangat tawadhu dan dekat dengan murid-muridnya.

TANYA JAWAB

  1. Bagaimana seorang muslim menyikapi musibah yang ia tidak memahami makna musibah tersebut?
    Jawab:
    Dalam mengahadapi musibah harus kita lihat dari pemahaman kita terhadap takdir Allah. apa saja yang datang dari musibah tersebut, maka tu telah tercatat dalam sebuah kitab. Tidak ada segala sesuatu kecuali Allah telah tetapkan, termasuk musibah. Katakanlah, semua itu takdir Allah. yakini, musibah adalah bagian takdir Allah. Rukun iman, beriman kepada takdir. Sikap kedua, hendaklah membekali dirinya dengan dua sifat, pertama senantiasa bersyukur dan kedua bersabar. Nabi bersabda, aku merasa kagum dengan orang beriman, ia akan bersyukur, dan bersabar ketika memperoleh cobaan, maka itu baik baginya. Maka akan menjadi pahala. Pahala sabar tidak ada batasannya. Allah berfirman, sesunguhnya pahala orang-orang bersabar tidak ada batasnya. Ketiga, hendaklah setiap kita berintrospeksi. Allah berfirman, musibah yang datang salah satu sebabnya adalah dosa dan keburukan kita. Allah maha pemaaf. Taubat salah satu cara menghilangkan musibah-musibah.
  2. Bagaimana dengan hamba Allah yang telah memperoleh haknya, sementara dia mengabaikan hak Allah atasnya?
    Jawab:
    Dalam hadits #19 ketahuilah seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan kebaikan atau manfaat kepadamu, maka ia tidak akan bisa, kecuali segala sesuatu yang telah Allah takdirkan kepadanya. Maka, jangan sampai kita dalam memenuhi kebutuhannya dengan melanggar hukum-hukum Allah. musibah akan terjadi. Ada bentuk-bentuk yang Allah kabarkan dengan istilah istidrodh – sebuah pemberian dari Allah kepada siapapun yang melanggar hak-hak Allah, tapi Allah berikan hak-haknya. Ada orang yang dibukakan pintu dunia, merasa selamat, kemudian Allah cabut nikmatnya secara tiba-tiba, sehinga ia terkaget-kaget, menjadi murka dan membuatnya celaka dikemudian hari.
  3. Bagaimana seorang muslim menjaga Allah tapi ada perbedaan dalam pelaksanaan syariat dan ilmu fiqih?
    Jawab:
    Jagalah Allah, maka Allah akan menjaga kita. menjaga Allah dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Asalnya agama itu satu. Tidak pernah berbeda kecuali dalam perkara-perkara yang sifatnya cabang. Usulnya tidak ada perbedaan. Selalu lihat ajarannya. Contoh, jagalah sholat, maka tidak ada perbedaan di dalamnya. Walaupun ada perbedaannya, maka hal tersebut perkara cabang. Khilaf muktabar mengikuti dalil yang kuat. Kecuali secara pokok agama sudah berbeda, maka itu yang tidak boleh. Berbeda dalam hal usul dan pokok, maka ini tidak bisa.

Mohon maaf jika masih ada kekurangan. Mohon masukan untuk perbaikan bersama.

SebelumnyaKAJIAN TAFSIR AL QUR’AN MASJID AL ITTIHAD PERMATA CIMANGGIS SesudahnyaKAJIAN QUR'ANI MASJID AL ITTIHAD PERMATA CIMANGGIS

Berita Lainnya

0 Komentar