SEKILAS INFO
  • 8 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 13 Aug 2025 Rp 6,487,193.11, Saldo Kas Zakat Rp 27,295,424.91, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,815,024Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank Syariah...
  • 8 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 30 July 2025 Rp 11,269,140.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
  • 8 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 23 July 2025 Rp 16,722,840.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
WAKTU :

Kajian Sabtu Pekan 1 Mar’20

Terbit 9 March 2020 | Oleh : Dicky | Kategori : Tausiyah

Absensi Kajian 50 Jama’ah
Kajian ba’da Magrib, ust Farid Nu’man, 7 Maret 2020, Masjid Al-Ittihad

A. Mukadimah

  1. Sikap seseorang menyikapi musibah (kawatir penyakit menular).
    Jangan kawatir berlebihan, hingga mengurangi hak2 muslim, antara lain:

a. Sholat menggunakan masker.
Salah satu laranagan rasululloh saat sholat menutupi mulut dan pakaian menjulur smp tanah

b. Menutup mulut :
Sholat ‘mingkem’, atau
Menutupi mulut dengan alat, termasuk hidung yg tertutup, padahal hidung adalah anggota tubuh yg wajib terkena tempat sujud

  1. Keringanan tidak solat berjamaah di masjid, dg kondisi:
    a. Merebaknya penyakit menular.
    b. Makruh jika tidak hajat, tp kl ada alasan spt lantai panas atau dingin maka makruhnya hilang
    c. Takut atau sakit
    • Takut krn intimidasi kaum kafir
    • Takut krn bencana alam
    • Sakit krn fisiknya berat misalnya memang sulit krn parah atau krn penyakit menular
  2. Berdehem ketika solat, menurut pendapat 3 ulama:
    a. Tidak batal apapun sebabnya. Mazab Imam Malik
    b. Batal, apapun sebabnya. Mazab Imam Syafii dan Imam Hambali
    c. Tidak batal krn dehemnya tidak bisa ditahan. Batal kalau tidak ada hajat. Abu Hanifah

B. Inti Kajian
Menyikapi musibah:

  1. Husnudzon: musibah adalah cara Allah utk menghilangkan dosa2 kita. Sarana Allah utk meninggikan derajat hambanya dengan jalan sabar.
    b. Menegasi kuasa atau takdir Allah. Spt hanya menyebutkan kl bencana hanya fenomena alam
    c. Kaum jabariyah berpendapat semua bencana krn kehendak Allah dan tidak ada campur tangan manusia. Pdhl ada hadits yg menyebutkan bencana jg krn ada imbas kelakuan manusia
  2. Bencana datang krn sebab syar’i dan kauny (tangan manusia)
    A. Sebab syar’i karena 3 hal, yaitu:
    a. orang soleh utk diri sendiri, bukan soleh secara sosial(sepinya amar makruf nahi munkar). Kisah Allah menurunkan bencana kpd kaum dmn ada ahli ibadah tp diam saja tidak mengdakwahi, maka malaikat diperintahkan utk menimpakan musibah terlebih dahulu kpd ahli ibadah tersebut
    b. Maksiat merajalela(zina, riba, dsb). Seakan meminta kpd Allah kapan bencana datang?

Ibunda Aisyah menyebutkan gempa bumi terjadi krn zina di halalkan, khamr merajalela, dan Alat musik dan musik dimana2.
Maka Allah cemburu dan memerintahkan bumi bergoyang. Jika manusia bertobat maka gempa selesai tp jika tobat maka Allah meerintahkan agar bumi membalikkan tanahnya

Tidak dengan mudah menyebut bencana sebagai azab kpd kaum muslim yg lain, karena musibah:

  • utk orang beriman adalah peringatan dan pelajaran (ujian)
  • utk orang kafir adalah murka dan azab

c. terjadi penyimpangan seksual. Seperti kaum Luth.

Bentuk hukuman Allah bisa bermacam2 termasuk virus

B. Sebab2 kauni: telah tampak kerusakan di laut dan di daratan karena ulah tangan manusia.

  1. Sikap kita menghadapi musibah:
    a. Jaga mulut dan jaga sikap thp saudara muslim yg terkena musibah. Tidak menyudutkan saudara atau merasa lebih baik dr saudara yg terkena
    b. Jangan bangga kl tidak kena musibah khawatir ada badai susulan. Perkuat tawakal

Mohon maaf jika ada kesalahan. Mohon masukannya..🙏

SebelumnyaKajian Fiqih Waris Part 2 SesudahnyaKajian Ahad Pekan 2 Mar'20

Berita Lainnya

0 Komentar