SEKILAS INFO
  • 8 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 13 Aug 2025 Rp 6,487,193.11, Saldo Kas Zakat Rp 27,295,424.91, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,815,024Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank Syariah...
  • 8 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 30 July 2025 Rp 11,269,140.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
  • 9 bulan yang lalu / Saldo Kas Masjid Reguler 23 July 2025 Rp 16,722,840.57, Saldo Kas Zakat Rp 23,274,097.09, Saldo Kas Program Khusus Rp 695,019.00, PettyCash Rp 4,040,667 Bagi jamaah yang berkenan dan ingin berpartisipasi dalam memakmukarkan masjid dapat mengirimkan dananya melalui Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) Masjid Al Ittihad Cimanggis dengan nomor 7125140771 dan Kegiatan Ramadhan melalui Rekening Bank...
WAKTU :

Kajian Online “Tafsir Al-Qur’an Rahasia Dibalik Ayat-Ayat Al-Qur’an”

Terbit 18 May 2020 | Oleh : Dicky | Kategori : Uncategorized

Pemateri : KH DR.Bakhrun Syafi’i,L.C.,M.A.
Sabtu 16 Mei 2020
Ba’da Subuh
Re-Type BIDAK DKM

A. INTISARI KAJIAN
Surah Al Baqarah (2): 183-187

  1. Ayat 183 :
    2.1.Panggilan keimanan (Ya ayyuhal lazina amanu>>wahai orang-orang yang beriman…), ada 4 rahasia :
  2. Kalimat : “(Ya ayyuhal lazina amanu>>wahai orang-orang yang beriman…)”
    Annidau Habib : Panggilan terindah .Panggilan keimanan sebagai indikator keimanan.
    Puasa adalah panggilan keimanan.Apakah imannya masih ada atau tidak, kalau masih ada masih hidup/tidak
  3. Bukti iman itu ada atau tidak yaitu meresponse perintah. Iman melahirkan amal.
    Iman yang benar melahirkan Iman. Iman dan amal bagaikan ruh dan jasmani.
    Al Ar’af : 58 >>hati seeorang ketikan disirami bagaikan tanah yang disirami
  4. Iman yang benar menumbuhkan kepercayaan kepada yang memerintahkan
    Tidak ada keragu-raguan/kekhawatira dlm menjalankan perintah, krn pasti ada kemaslahan dibalik perintah. An Anfal : 24.
    Sebelum Allah tawarkan bannyaknya kebaikan Allah mulai dengan ya Ayyuhal ladi namanu
  5. Ketika Allah memerintahkan puasa,maka perintahnya langsung (Annida Al Mubasyir)
    Disampaikan langsung kekita umat islam
    Hebat & Spesial : “Puasa itu adalah untukku,milikku dan aku yang akan memberikan balasannya secara spesial”>>Hadits Qutsi
    La’allakum tattaqun (agar kalian bertakwa)
    1.Ada 3 target yang ingin dicapai puasa :
  6. Ayat 183 : La’allakum tattaqun (agar kamu Bertakwa)>>target amal
  7. Ayat 185 : La’allakum tasykurun (agar kalian Bersyukur)>>syukur itu sesuai dengan kenikmatan. Hamba yang bersyukur (Hamdan Syakuro). Manusia mubarok : Memberikan manfaat
  8. Ayat 186 : La’allakum yarsyudun (agar mereka Mendapat Petunjuk).Pasca Ramadhan>>Terus menyambung komunikasi dgn Allah dengan banyak memohon kepada Allah supaya tetap mendapat hidayahnya
    2.Kenapa target puasa itu la’allakum tattaqun
    Pelajaran yang bisa diambil : Misi besar rosululloh ketika diutus jadi rosulullah,.adalah menyempurnakan Akhlak, berarti maka syariat kekita adalah juga memperbaiki akhlak,…Seluruh perintah Allah yang diperintahkan termasuk puasa adalah berkontribusi /berdampak ke perbaikan akhlak.
    Memahami islam dengan Syamil>>>ibadah bagus tapi bermasalah dengan tetangga, rajin ibadah tapi menyakiti orang lain>>karena belajar islam secara parsial…tdk disynkronkan dengan akhlaknya
  9. Ayat 184 :
    Puasa itu adalah ibadah yang paketnya yang sudah ditentukan oleh Allh, waktu,masa,aturan,syarat rukun yang sudah ditentukan.Yang sudah ditentukan harus mengikuti tuntunan Rosulullah SAW.
    1.Pelaksaan syariat itu sebatas kemampuan.
    2.Syariat itu luas dan luwes (flexible), bisa dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, tidak memaksakan perintah diluar batas kemampuan.
  10. Ayat 186 :
    Menggabungkan 2 keistimewaan : Syahrul Quran>>Ramadhan adalah bulan mulia dan ramadhan adalah syahrul quran, Al Qur’an
    diturunkan pada bulan ramadhan, Ramadhan>>, syahrul Tilawah>> Niat ketika tilawah.
    Niat ketika tilawah :
  11. Mendapatkan pahala
  12. Mendptkan hidayah Allah yang makin kuat
  13. Mendapatkan ketenangan
  14. Mendapatkan kehormatan (Asyfaa>>yang sakit kesembuhan)
    Puasa dan Alquran akan memberikan Syafaat
  15. Ayat 185 :
    Kaidah dalam Islam : Allah menginginkan kemudahan bukan kesulitan
  16. Ayat 186 :
    Ramadhan bulan do’a, berdo’a, taubat dan mohon ampunan>>>waktu-waktu ijabah/mustajab
    Harapannya pasca Ramadhan : Sehabis Ramahhan , jangan sampai musim kebaikan itu hilang>>banyak do’a dan munajat supaya selalu dalam rel yang Allah tetapkan.
    Hal yang terpenting : Do’a adalah otaknya ibadah, doa adalah penghambaan supaya
    selalu mendapatkan petunjuk/hidayah dari Allah
  17. Ayat 187 :
    Persoalan keluarga
    Ramadhan bukan hanya lillah/murni utk Allah tapi kecuali bulannya Allah yang akan memberikan pahala tapi juga bulannya keluarga>>keharmonisan keluarga.

B. TANYA JAWAB :


A : Apakah panggilan langsung dari Allah untuk umat islam seluruhnya
yang kadar keimanannya berbeda-beda?.
Q : Panggilan tersebut untuk semua umat yang mengaku beriman. Tidak
dibeda-bedakan dan disitu akan teruji kadar kejujuran keimanannya
dalam meresponse perintah-perintah Allah SWT.

A : Apakah puasa itu ibadah yang eksklusif dibanding dengan ibadah-ibadah seperti sholat dan zakat, padahal di Al Qur’an kata2 syiam/shoum tidak disebutkan sebanyak dengan sholat/zakat?
Q: Wallahu’alam…Memang sholat disebutkan berulang-ulang dalam Al Qur’an, karena memang pelaksanaanya juga berulang-ulang.Demikian pula dengan zakat, karena perputarannya juga berulang-ulang sesuai dengan haulnya, bahkan juga ada zakat yang tidak perlu haul.
Kalau puasa, demikian pula dengan haji pelaksanaannya adalah setahun sekali.

A : Seharusnya puasa meningkatkan produktifitas urusan dunia untuk
urusan akherat, tapi kadan rasa malas tetap saja ada. Apakah dengan
tantangan2 tersebut bisa meningkatkan kadar keimanan kita di mata
Allah SWT?
Q : Kaidah pahala adalah sesuai denga rasa capek yang dikeluarkan dan
dirasakan masing-masing orang. Timbulnya rasa malas, adalah karena
pembiasaan yang belum biasa. Kesiapan tiap orang juga berbeda-beda,
maka Rosululloh menganjurkan untuk puasa di bualn Rajab/Sya’ban
sebagai latihan/media pembelajaran sebelum memasuki bulan
ramadhan.

A : Di 10 hari terakhir biasanya itikaf di masjid, dengan kondisi seperti
sekarang ini suasanya terasa hambar. Bagaimana ibadah yang abdol
untuk 10 hari terakhir ini?
Q : Prinsip syariat adalah yang wajib boleh ditinggalkan apalagi yang
sunnah. Pesan penting tujuan diturunkannya syariat, adalah tujuannya
untuk kemaslahan(kebaikan).Ketika belajar fiqih (meresponse perintah
),termasuk fiqih saat covid 19, kita harus juga belajar memahami tujuan
diturunkannya syariat. Ada 6 prinsip dasar syariat, yaitu : agama,
jiwa(nyawa),keturunan, akal, harta dan kehormatan. Syariat diturunkan
untuk mengawal terjaganya 6 prinsip dasar syariat tersebut.

A : Dalam bulan ramadhan, mana yang lebih afdol diantara mengejar
khatam atau memperbaiki bacan Al Qur’an?
Q : Tujuan tilawah adalah untuk membangun ruhiyah, tapi upaya
memperbaiki bacaan tidak boleh ditinggalkan. Bagi yang sudah bagus
bacaannya, disunnahkan memperbanyak tilawah seperti salafusshaleh.
Yang terpenting ketika tadarus adalah bagaima ketika tilawah, tidak
sekedar untuk pahala tapi, bagaimana membangun suasana,
memahami yang terkandung dalam ayat-ayat Al qur’an.

SebelumnyaKajian online " Meraih Husnul Khotimah" SesudahnyaKajian Online "Hadits Arbain #14 Larangan Berzina, Membunuh dan Murtad"

Berita Lainnya

0 Komentar