KAJIAN PEKANAN MASJID AL ITTIHAD PERMATA CIMANGGIS
Terbit 15 November 2020 | Oleh : Dicky | Kategori : Tausiyah

Ahad 8 November 2020 Ba’da Shubuh
Tazkyatun Nafs Kajian Ke-3 Kitab At Tazkirah Imam Al-Qurthubi oleh Ustad Fauzan, Lc, MA
Pertama:
Bab: Apa yg mengikuti si mayit ke alam kubur dan apa yg ditinggalkannya
- Anas bin Malik: tiga hal yg mengikuti mayit ke alam kubur yaitu keluarga, harta, dan ama. Dua hal kembali yaitu keluarga dan harta, satu hal yg akan tetap bersamanya, yaitu amal (HR Bukhori). Kecuali, harta yg disedekahkan maka akan mengikuti – ibarat amal soleh, dan Keluarga yg senantiasa mendoakan si mayit;
- Imam Al Gazwainy, Abu Hurairah: Amal kebaikan yg akan terus mengalir setelah wafat, yaitu ilmu yg diamalkan dan disebarluaskan, anak shalih, mushaf yg diwariskan (wakaf), masjid yg dibangun, rumah untuk tuna wisma, sungai yg dialirkan (sumber air), sedekah yg dikeluarkan ketika sehat (AT Tazkirah, 1/298);
- Ucapan Abu Darda: aku TERTAWA karena 3 hal, dan MENANGIS karena 3 hal:
- Tertawa karena:
- Orang yang terlalu banyak memikirkan dunia, lupa ibadah
- Orang yang terlena (santai, lalai, dst)
- Orang yang tertawa terbahak, padahal ia tidak tahu Allah ridho atau tidak (nabi tidak tertawa, kecuali senyum)
- Menangis karena:
- Wafatnya Nabi Muhammad SAW – Ia seorang rasul, banyak rasul yg lalu telah meninggal, apakah kalian akan kembali ke jaman dahulu? (nasehat Sahabat)
- Ketakutan yang sangat karena sakratul maut
- Ketika berdiri dihadapan Allah, tidak tahu surga atau neraka tempat kembalinya.
- Doa Umar bin Khatab: ya Allah berikan rezeki kepadaku untuk mati syahid di jalan-Mu, dan wafat di negeri Nabi-Mu (At-tazkirah, 1/309) – agar mendapatkan kemuliaan dari tempat2 yg Allah sucikan.
- Kedua:
- Bab: Memilih kubur yang dekat dengan orang shalih
- Ali bin Abi Tholib, Rasullallah SA memerintahkan kepada kami agar menguburkan mayit ditengah-tengah kaum yangg shalih, karena mayit tersiksa dengan tetangga yang buruk, seperti masa hidupnya;
Ketiga:
Bab: Himptan kubur bagi mayit meskipun ia orang sholeh
Himpitan Kubur:
- HR. Nasa’i: Saad Bin Muaz, yang Arsy bergetar karenanya, dibuka pintu-pintu langit baginya, dan disaksikan oleh tujuh ribu malaikat, telah benar-benar dihimpit, lalu diluaskan – hal ini menunjukkan bahwasanya tiap kaum muslimin akan merasakan himpitan di alam kubur
- Bagi orang-orang shalih himpitan adalah bentuk kasih saying Allah SWT, seperti cubitan ibu kepada anaknya, cubitan kasih sayang – berbeda dengan orang kafir – Imam Suyuti
Tanya jawab:
- Bagaimana menghilangkan dosa jariyah?
- Jawab: amal jariyah tidak terputus meskipun sudah meninggal, yaitu sedekah (wakaf-bangun masjid), ilmu yg diajarkan (dari guru awal), anak sholih – terus mengalir. Dosa jariyah, contoh perilaku negatif kita yang dicontoh orang lain, yang dicontoh orang banyak – maka akan menjadi dosa jariyah. Bagaimana menghilangkannya? Sulit sekali. Kecuali masing-masing yang mengikutinya diingatkan untuk STOP mengikutinya. Oleh karena itu, agar mengingatkan anak didik kita, agar berhati2 dalam bertindak. Keluarga senantiasa berdoa dan bersedekah. Tabiatnya keburukan cepat dicontoh orang, karena setan menghiasi keburukan.
- Bagaiman dengan menguburkan Jenazah dekat dgn SUAMI/ISTRINYA, apakah ini bagian dari SUNNAH?
- Jawab: melihat dalil yang telah dijelaskan, orang2 yang baik akan memperoleh teman2 yg baik, dan orang yang bertetangga kuburnya dengan yg buruk, akan merasa takut. Tidak dilarang, karena orang lebih tahu suami/istrinya adalah orang soleh/solehah. Seperti kuburan masal, boleh2 saja. Aisyah pernah minta agar ketika wafat dikuburkan disisi Rasulullaallh, namun Rasul sampaikan sudah keduluan sahabatkU.
- Apakah benar jika seorang ayah atau kepala keluarga meninggal yang bertanggung jawab menafkahi setelah nya adalah keluarga dari ayahnya?
- Jawab: orang meninggal dunia, persoalan nafkah, dan terkait dalam wali pernikahan, yang terlebih dahulu adalah keluarga kandung, adik/kakak, anak pertama sudah sukses, maka keluarga inti yang utama. Tapi kalau anak2 masih kecil2, maka keluarga dari kedua belah pihak yang ikut dalam membantu perekonomian keluarga yg ditinggalkan. Kalau kedua belah keluarga tidak siap, maka kaum muslimin melalui zakat infaw dan sedekah utk membiayai keluarga yg dtinggalkan.
- Bagaimana amalan2 yang banyak amalnya, baik dalam hubungan dengan orang lain, tapi tapi ibadah rutinnya kurang? Apakah amalannya termasuk shodaqoh jariyah?
- Jawab: kalau berupa sedekah. Sebagai muslim ada amal2 wajib dan prioritas, lalu amalan sunah. Sedekah adalah kategori sunah. Maka, yang terpenting adalah agar yang wajib tidak ditinggalkan, karena wajib adalah yang utama. Maka kita perlu mengingatkan agar memperbaiki yang wajib terlebih dahulu. Sunah adalah posisi yg kedua. Maka, orang dengan sedekah banyak sekalipun, dosa meninggalkan amalan wajibnya lebih besar. Rutinkan yang wajib terlebih dahulu karena yang wajib lebih diutamakan dari yang sunah. Urutannya dalah wajib, sunah, mubah. Walaupun kategorinya shodaqoh jariyah, dalam perhitungan hisabnya yang diutamakan adalah yang wajib.
Demikian, mohon maaf jika ada kesalahan..mohon masukan.
Recent Comments